
Operasi Pasar BISIP di Bogor Tengah
Bogor (10/3) – Balai Informasi Standar Instrumen Pertanian (BISIP) sejak 25 Februari sudah ditunjuk menjadi Lokasi Operasi Pasar untuk salah satu wilayah di Bogor Tengah. Operasi Pasar yang dilaksanakan Kementerian Pertanian, khususnya Unit Pelaksana Teknis (UPT) di lingkup BSIP ini menjadi bagian dari pelaksanaan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam menjaga kebutuhan pangan pokok di hari besar keagamaan, dimana kondisi di bulan Ramadhan hingga hari Raya Idul Fitri nanti perlu dijaga pasokan dan harganya, jelas Kepala BISIP.
Hari ini BISIP menjadi salah satu Lokasi kunjungan Kepala Pusdatin, Kementan Ibu Intan Rahayu, S.Si., MT dan hadir bersama Dr. Saefudin, SP., M.Si., sebagai Ketua Kelompok Data Non Komoditas melihat langsung pelaksanaan OP di BISIP. Kepala BISIP melaporkan bahwa hingga hari ini beras SPHP dan gula pasir belum diperoleh lagi pasokannya. Sedangkan beras premium yang diperoleh dari BULOG Wilayah Bogor sejak minggu lalu habis, saat ini diminta sudah dilakukan melalui Koperasi. Termasuk Ketika dilakukan restock untuk pasokan daging kerbau, dan minyak goreng. Lokasi Operasi Pasar di BISIP dipandang Ibu Kapusdatin perlu ditinjau ulang, terutama untuk keberadaannya yang diantara perkantoran atau di wilayah pemukiman penduduk yang lumayan jauh. Namun demikian, tugas ini tetap dilaksanakan sebagaimana arahan Pimpinan. Variasi produk juga terus dilakukan terutama mendukung penyediaan produk dari supplier ataupun penyedia, misal kemarin sudah mendapat pasokan sayuran dari Kebun di Lembang dan hari ini telur ayam, jelas Nuning. Diakui walau kecil, namun setiap harinya ada saja yang berbelanja, jelas Nuning lagi.
Disela-sela kunjungan sedang dilakukan koordinasi dengan pihak penyedia bawang putih melalui zoom dengan Dit. Hilirisasi Hasil Hortikultura. Sebagaimana kondisi penyediaan bawang putih juga termasuk komoditas yang mendesak di saat puasa hingga hari raya nanti. Pusdatin menjalankan tugas harian pelaporan terkait OP hingga kepada pergerakan harga dan transaksi hariannya di masing-masing provinsi, tambahnya. Kondisi pelaporan harian ini dilaporkan secara terkoordinasi antara PT. Pos Indonesia, Bapanas, dan juga Pusdatin Kementan hingga dilaporkan kepada Menteri Pertanian, jelasnya. Secara pribadi Dr. Saefudin melihat bahwa untuk permanennya pelaksanaan OP seharusnya dapat ditumbuhkan kembali Toko Tani Indonesia dan mungkin masyarakat sudah mengenal TTI ini termasuk produknya juga bisa lebih beragam, jelasnya lagi.